Rabu, 12 Februari 2014

Menuju yang lebih baik Lampungku..


Rabu, 9 april 2014 adalah sebuah pesta rakyat untuk memilih pemimpi atau wakil rakyat untuk masa periode periode 5 tahun kedepan. Mungkin sekitar 2 bulan lagi pemilu akan dilaksanakan dan kita bisa memilih pemimpin sesuai hati nurani kita, jangan sia-siakan suara anda dengan jalan golput atau tidak memilih.
Saat ini banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi seorang pemimpin atau wakil rakyat, di lampung cukup banyak calon-calon wakil rakyat yang mencalonkan diri pada pemilu tanggal 9 april 2014 tersebut. Bahkan, banyak mengumbar janji-janji manis hanya demi untuk dipilih. Yahh wajar para calon wakil rakyat itu ingin dipilih dan rela menggelontorkan banyak dana untuk sekali pemilu. Dana-dana tersebut biasanya dipakai untuk membuat sebuah banner, pampflet, dsb.
Alat peraga kampanye calon anggota legislatif (caleg) ramai menghiasi berbagai wilayah kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Kesemrawutan alat peraga terlarang ini membuat wajah kota semakin kotor.
Pemantauan di hampir seluruh jalan protokol, jalan pemukiman penduduk, pohon-pohon, tiang listrik, toko, warung, serta mobil angkutan kota (angkot), menjadi sasaran pemasangan alat peraga caleg. Bahkan, alat peraga kampanye caleg yang besar kerap mengganggu arus lalu lintas, tatkala angin kencang menjatuhkan alat peraga di tengah jalan.

Baliho, banner, dan stiker
para caleg, seperti menjadi santapan mata warga setiap hari. Tidak adanya sebuah penertiban dan penerapan aturan, membuat para caleg dan tim suksesnya bertindak semaunya saja. Hal ini mengakibatkan bukan menjadi simpati warga, malah merugikan warga kota, terkadang ada benner para calon wakil rakyat yang bernada mohon doa dan di pilih, saat saya melintas di daerah Rs Umum saya melihat salah satu angkot berwarna merah jurusan ratu langi. Yakni sebuah benner salah satu calo wakil rakyat yang menjanjikan jika dia dipilih maka akan memakmurkan lampung dan warga miskin akan mendapatkan bantuan sosial minimal Rp- 1 milyar angka yang cukup fantastis menurut saya bila hanya untuk sekedar sebuah janji manis yang dibuat agar dipilih.
Hal ini membuktikan bahwa mindset masyrakat Indonesia. Khususnya lampung adalah untuk menjadi kaya jalanya hanya dengan menjadi wakil rakyat maka bisa mendapatkan aliran dana segar untuk konsumsi pribadi.
Namun, masyarakat saat ini sudah cukup pintar untuk memilih calon saya yang pantas untuk menduduki kursi pemerintahan di daerah lampung ini. Siapa pun calonya semuga bisa amanah bukan hanya sekedar mengumbar janji manis di awal dan tutup kuping dan mata ketika sudah nyaman duduk di kursi pemerintahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar