Rabu, 9 april 2014 adalah sebuah pesta rakyat untuk
memilih pemimpi atau wakil rakyat untuk masa periode periode 5 tahun kedepan.
Mungkin sekitar 2 bulan lagi pemilu akan dilaksanakan dan kita bisa memilih
pemimpin sesuai hati nurani kita, jangan sia-siakan suara anda dengan jalan
golput atau tidak memilih.
Saat ini banyak orang yang berlomba-lomba untuk
menjadi seorang pemimpin atau wakil rakyat, di lampung cukup banyak calon-calon
wakil rakyat yang mencalonkan diri pada pemilu tanggal 9 april 2014 tersebut.
Bahkan, banyak mengumbar janji-janji manis hanya demi untuk dipilih. Yahh wajar
para calon wakil rakyat itu ingin dipilih dan rela menggelontorkan banyak dana
untuk sekali pemilu. Dana-dana tersebut biasanya dipakai untuk membuat sebuah
banner, pampflet, dsb.
Alat
peraga kampanye
calon anggota legislatif (caleg) ramai menghiasi berbagai wilayah kota Bandar
Lampung, Provinsi Lampung. Kesemrawutan alat peraga terlarang ini membuat wajah
kota semakin kotor.
Pemantauan
di hampir seluruh jalan protokol, jalan pemukiman penduduk, pohon-pohon, tiang
listrik, toko, warung, serta mobil angkutan kota (angkot), menjadi sasaran
pemasangan alat peraga caleg. Bahkan, alat peraga kampanye caleg yang besar kerap
mengganggu arus lalu lintas, tatkala angin kencang menjatuhkan alat peraga di
tengah jalan.
Baliho, banner, dan stiker para caleg, seperti menjadi santapan mata warga setiap hari. Tidak adanya sebuah penertiban dan penerapan aturan, membuat para caleg dan tim suksesnya bertindak semaunya saja. Hal ini mengakibatkan bukan menjadi simpati warga, malah merugikan warga kota, terkadang ada benner para calon wakil rakyat yang bernada mohon doa dan di pilih, saat saya melintas di daerah Rs Umum saya melihat salah satu angkot berwarna merah jurusan ratu langi. Yakni sebuah benner salah satu calo wakil rakyat yang menjanjikan jika dia dipilih maka akan memakmurkan lampung dan warga miskin akan mendapatkan bantuan sosial minimal Rp- 1 milyar angka yang cukup fantastis menurut saya bila hanya untuk sekedar sebuah janji manis yang dibuat agar dipilih.
Baliho, banner, dan stiker para caleg, seperti menjadi santapan mata warga setiap hari. Tidak adanya sebuah penertiban dan penerapan aturan, membuat para caleg dan tim suksesnya bertindak semaunya saja. Hal ini mengakibatkan bukan menjadi simpati warga, malah merugikan warga kota, terkadang ada benner para calon wakil rakyat yang bernada mohon doa dan di pilih, saat saya melintas di daerah Rs Umum saya melihat salah satu angkot berwarna merah jurusan ratu langi. Yakni sebuah benner salah satu calo wakil rakyat yang menjanjikan jika dia dipilih maka akan memakmurkan lampung dan warga miskin akan mendapatkan bantuan sosial minimal Rp- 1 milyar angka yang cukup fantastis menurut saya bila hanya untuk sekedar sebuah janji manis yang dibuat agar dipilih.
Hal ini membuktikan bahwa mindset masyrakat Indonesia.
Khususnya lampung adalah untuk menjadi kaya jalanya hanya dengan menjadi wakil
rakyat maka bisa mendapatkan aliran dana segar untuk konsumsi pribadi.
Namun, masyarakat saat ini sudah cukup pintar untuk
memilih calon saya yang pantas untuk menduduki kursi pemerintahan di daerah
lampung ini. Siapa pun calonya semuga bisa amanah bukan hanya sekedar mengumbar
janji manis di awal dan tutup kuping dan mata ketika sudah nyaman duduk di
kursi pemerintahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar