Sabtu, 01 Februari 2014

malam minggu bersama bang teguh

Sabtu 1 februari 2014 malam, pada sebuah acara Silaturahmi dan Panggung Penyair Lampung Jilid II yang digelar di Gedung PKM Universitas Lampung, acara ini diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Lampung serta Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Unila. Sebelum ke acara ini saya terlebih dahulu menjeput salah seorang sesepuh di klub buku lampung yakni bang teguh dan mengisi perut yang kosong di bakso mas yon dengan menu “bakso dua mangkok dengan mie putih dan the botol dua” ucap saya kepada salah seorang pegawainya. Guyuran hujan pun menemani kami ketika makan hingga usai dan alhamdulilah pukul 8.12 WIB hujan pun reda dan kami melanjutkan perjalanan menggunakan motor mega pro merah ke acara yang digelar di PKN Unila tersebut, dan bang Teguh mentraktir saya malam ini. “Asyikk” dalam hati saya berucap. :D
Kami datang telat namun acara baru akan di mulai dengan pembukaan acara ini yakni sebuah grup musik Satu Kres yang membawakan tiga tembang Lampung yang sangat indah dan menyejukan hati meski bagi saya kurang faham artinya dikarenakan saya hanya memahami bahasa jawa. Pada penampilannya, grup musik ini menghadirkan permainan gitar klasik khas Lampung beserta gendang dengan vokalisnya seorang wanita dan 5 (lima) orang pria yang memegang alat musik gitar 4 (empat) dan gendang 1(satu).
Setelah itu, secara bergantian para penyair tampil membawakan karyanya yang termuat dalam buku terbaru keluaran DKL berjudul "Hilang Silsilah". Penyair Lampung Edy Samudera Kertagama tampil pembuka dengan membawakan dua puisi karyanya, yang salah satunya berjudul "Sajak Negeri Kampret".    
Kemudian juga tampil Opie Sanjaya; Jimmy Maruli Alfian; Juperta Panji Utama; Bung Asharoedin Malik Zulkarnaen; Inggit Putria Marga; dan Udo Z Karzi. Juperta panji utama salah satu yang membuat saya tertawa dikarenakan dalam pembacaan puisinya ia hingga tidur-tiduran dilantai seperti dipantai dan gelak tawa serta teup tangan riuh dalam acara para penyair Lampung ini. Kemudian saya pun memutuskan untuk pulang bersama Bang Teguh karena sudah larut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar