Rabu, 12 Februari 2014

jatuh yang kedua kali


When you write, don’t think about outcome yang artinya adalah waktu kamu menulis, jangan pikirkan hasil. Dikutip dari sebuah buku yang berjudul Creative wisdom for writer yang saya pinjem dari bang Teguh.
sebuah kata yang mengingatkan saya ketika memasuki masa SMA, tepatnya 4 tahun yang lalu ketika menginjak kelas 3 sma di sekolah sma YP Unila, pada saat itu saya sempat tergila-gila juga dengan dunia kepenulisan karna mengikuti sebuah agenda jurnalistik yang diadakan oleh FKAR (forum kerja sama alumni rohis) dan sempat mencoba beberapa kali memasukan tulisan ke sebuah media Koran. Namun, tidak ada satu pun tulisan yang telah saya buat di muat di media Koran tersebut dan membuat saya menjadi kurang berselera lagi bahkan cenderung untuk tidak ingin menulis lagi. Dan pada saat itu saya berfikir tulisan saya kurang berkompeten dan masih kurang bagus, tapi bukanya makin giat untuk berlatih malah membuat jadi malas untuk menulis padahal masih sangat butuh berlatih baik dalam hal kepenulisan maupun memperbanyak gudang kata dalam tiap-tiap artikel yang dibuat, yahh masih sma saya pada waktu itu jadi rasa ingin dihargai orang lain dan dianggap benar masih sangat tinggi bahkan terkadang pujian sedikit membuat jadi terkesan tinggi hati. Astafirulohullazim.. hehe J
saat ini saya menyukai dunia kepenulisan lagi karna lingkungan dan memiliki kawan yang menyukai dunia kepenulisan sehingga menyebabkan diri saya terjerat kembali kedunia yang penuh dengan berpetualang merangkai kata-kata memperoleh sebuah karya yang bisa membuat sebuah pengalaman bisa jadi bahan pelajaran serta menambah informasi bagi pembacanya.
Saya berharap bisa terus konsisten meski dipaksa terjun di dunia kepenulisan dan saat ini bagi saya sulit rasanya untuk keluar dari dunia yang menurut saya seru bin mengasyikan ini. Di sisi lain saya juga memiliki banyak kesibukan yang terkadang menyita waktu istirahat itulah resikonya kalo kita ingin menulis, semuga bisa terinspirasi buat kawan-kawan dan silahkan bergabung dengan saya (join with me) di dunia kepenulisan.. hehe

Menuju yang lebih baik Lampungku..


Rabu, 9 april 2014 adalah sebuah pesta rakyat untuk memilih pemimpi atau wakil rakyat untuk masa periode periode 5 tahun kedepan. Mungkin sekitar 2 bulan lagi pemilu akan dilaksanakan dan kita bisa memilih pemimpin sesuai hati nurani kita, jangan sia-siakan suara anda dengan jalan golput atau tidak memilih.
Saat ini banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi seorang pemimpin atau wakil rakyat, di lampung cukup banyak calon-calon wakil rakyat yang mencalonkan diri pada pemilu tanggal 9 april 2014 tersebut. Bahkan, banyak mengumbar janji-janji manis hanya demi untuk dipilih. Yahh wajar para calon wakil rakyat itu ingin dipilih dan rela menggelontorkan banyak dana untuk sekali pemilu. Dana-dana tersebut biasanya dipakai untuk membuat sebuah banner, pampflet, dsb.
Alat peraga kampanye calon anggota legislatif (caleg) ramai menghiasi berbagai wilayah kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Kesemrawutan alat peraga terlarang ini membuat wajah kota semakin kotor.
Pemantauan di hampir seluruh jalan protokol, jalan pemukiman penduduk, pohon-pohon, tiang listrik, toko, warung, serta mobil angkutan kota (angkot), menjadi sasaran pemasangan alat peraga caleg. Bahkan, alat peraga kampanye caleg yang besar kerap mengganggu arus lalu lintas, tatkala angin kencang menjatuhkan alat peraga di tengah jalan.

Baliho, banner, dan stiker
para caleg, seperti menjadi santapan mata warga setiap hari. Tidak adanya sebuah penertiban dan penerapan aturan, membuat para caleg dan tim suksesnya bertindak semaunya saja. Hal ini mengakibatkan bukan menjadi simpati warga, malah merugikan warga kota, terkadang ada benner para calon wakil rakyat yang bernada mohon doa dan di pilih, saat saya melintas di daerah Rs Umum saya melihat salah satu angkot berwarna merah jurusan ratu langi. Yakni sebuah benner salah satu calo wakil rakyat yang menjanjikan jika dia dipilih maka akan memakmurkan lampung dan warga miskin akan mendapatkan bantuan sosial minimal Rp- 1 milyar angka yang cukup fantastis menurut saya bila hanya untuk sekedar sebuah janji manis yang dibuat agar dipilih.
Hal ini membuktikan bahwa mindset masyrakat Indonesia. Khususnya lampung adalah untuk menjadi kaya jalanya hanya dengan menjadi wakil rakyat maka bisa mendapatkan aliran dana segar untuk konsumsi pribadi.
Namun, masyarakat saat ini sudah cukup pintar untuk memilih calon saya yang pantas untuk menduduki kursi pemerintahan di daerah lampung ini. Siapa pun calonya semuga bisa amanah bukan hanya sekedar mengumbar janji manis di awal dan tutup kuping dan mata ketika sudah nyaman duduk di kursi pemerintahan.

Rabu, 05 Februari 2014

momen seru bersama klub buku lampung


Pada hari senin, 3-2-2014 saya sudah mengadakan janji untuk menonton bioskop bareng di 21 (twenty one) film comic 8, sekitar jam 19.00 WIB dan yang memesan tiket yakni bang teguh yang dibelinya pada siang hari dan bang teguh memesan tiket untuk 8 (delapan) orang yang salah satunya adalah saya (Yoga), hari senin merupakan hari yang sibuk bagi saya dan kebetulan pada hari itu dari pagi hingga sore hari sekitar jam 15.00 mengantarkan ibu kemanapun sesuai permintaanya, karna saya adalah anak tertua dari 3 saudara dan laki-laki sendiri jadi sudah menjadi tanggungjawab saya untuk mengantarkan kemanapun ibu suruh.
Saya pada hari itu berangkat dari rumah menuju rumah bang teguh karena bang teguh ingin bareng satu motor dengan saya mungkin untuk menghemat bensin atau sekedar bareng agar tidak repot, sekitar jam 17.00 saya pun memutuskan untuk berangkat,  dan tiba dirumah bang teguh jam 17.15, sayapun langsung disuruh masuk dengan ayahnya bang teguh lalu saya masuk ke kamarnya “assalamuallaikum bang” ucap saya agar terlihat sopan, hehe :D
Bang teguh dikamarnya sudah rapih dengan jaket hitamnya dan tampilan rambut rapih karena habis dipotong, “weehh sudah ganteng” ucap saya meledek, hari itu bang teguh puasa sehingga saya pun memutuskan untuk berangkat ke cp (central plaza) setelah bang teguh membatalkan puasanya lalu solat magrib dirumahnya dan setelah buka hujan pun turun dengan sangat deras dan mungkin saya piker acaranya akan batal namun setelah selesai menunaikan ibadah solat magrib hujan pun reda dan saya bersama bang teguh pun memutuskan untuk berangkat menuju CP (Central Plaza).
Perjalanan menuju CP (Central Plaza) sekitar 20-25 menit dan tiba di 21 (twety one) jam 19.11 dan pada saat itu langsung bertemu dengan kanjeng mami (mba dila) dengan pakaian biru dan bawahnya celana garis-garis bergambar seperti abstrak kemudian teman” yang lain pun berdatangan dan bang teguh mengeluarkan tiket dan dipesannya siang tadi, operator sudah memebrikan aba” untuk kami memasuki ruangan bioskop di teater 3 lalu kemudian kami pun masuk semua dan di barisan D pun kami kuasai, hehe :D
Kemudian saya mengeluarkan beberapa makanan yang sudah saya persiapkan sebelum berangkat menuju rumah bang teguh beserta minum, tayangan  pun dimulai dengan beberapa film” pendek yang akan tayanga di bulan pertengahan februari lalu 15 menit kemudia film yang akan kami tonton pun dimulai, lampu teater pun padam dan suasana menjadi gelap gulita lalu ada 8 orang perampok yang menyandra 3 orang dan memiliki beberapa permintaan dan di rekam di sebuah handycam yang bikin saya kagum dari beberapa perampok itu adalah sebuah permintaan dari seorang perampok yang seperti keturunan arab yakni tiket konser jkt48 paling depan, saya pun jika diperbolehkan juga sangat menginginkanya karna saya salah satu menggemar atau fans nabilah dan ayana jkt 48
Singkat cerita, film ini menceritakan tentang perampokan sebuah bank yang dilakukan oleh Stand Up Comedian (Comic), Mongol dan kawan-kawannya. Comic 8 ini bercerita tentang perampokan sebuah bank INI yang dilakukan oleh Mongol dan kawan-kawannya. Aksi-aksi perampokan yang menegangkan namun lucu, ditampilkan dalam setiap adegan film. Serta cerita yang menurut saya sulit ditebak. Anggy Umbara yang sukses dengan film Coboy Junior The Movie, kembali dipercaya untuk menggarap film yang melibatkan artis-artis ternama seperti, Pandji Pragiwaksono, Nirina Zubir, Nikita Mirzani, Indro "Warkop", Candil, Coboy Junior, Jeremy Teti, Kiki Fatmala, Agus Kuncoro, Boy William, Joe "P Project", Cak Lontong, Hengky Solaiman, Laila Sari, Agung Hercules, Ence Bagus, Ge Pamungkas dan Novi Amalia.

namun, hal yang membuat saya kurang menyukai yakni aksi nikita mirzani yang kurang pantas memperlihatkan salah satu bagian tubuhnya yang membuat film ini kurang layak di tonton oleh anak yang kurang dari 17 tahun.
http://www.youtube.com/watch?v=3DSldkw35n4
bisa dilihat disini bila kawan-kawan belum menontonya di bioskop 21. :D
stand up komedi adalah penutup dari film ini dan ada salah satu yang membuat saya teringat selalu dengan film ini lawakan dari mongol yang biasa di panggil mungil yang mengenakan kacamata di kepala, dia menggunakan kacamata bukan karna kedua mata mines namun kepala yang mines, hal itu sontak membuat saya melirik kebiasaan bang teguh yang meletakan kaca mata di kepala dan hal tersebut membuat kami ber-8 tertawa serentak.
Kemudian setelah acara nonton barengnya usai, lalu kami melanjutkan perjalanan mie aceh didaerah jalur dua way halim dekat PKOR, saya memesan mie goreng yah mungkin belum terbiasa dengan masakan aneh sehingga yang ada di benak saya mie aneh tpi rasanya lumayan enak juga kok dan minum saya tidak perlu memesanya karena si bidadari aka nina tidak menghabiskan minumnya sama sekali bahkan belum diminum sehingga saya dengan sukarela menghabiskan hingga tetes terakhir..

membangun minat baca masyarakat dimulai saat ini juga !!


Pada hari sabtu sore, (1-2-2014). Ketika hujan turun cukup deras dan saya tiba di daweil dengan jaket dan celana basah bertemu dengan kawan dari klub buku lampung yang kebetulan pada saat itu sedang di wawancarai oleh salah satu warta dari Koran Radar Lampung, pertanyaan silih berganti di tanyakan oleh warta tersebut, dan mereka menjawabnya dari pertanyaan visi misi pembuatan klub buku lampung hingga kedepan harapanya untuk masyarakat lampung seperti apa, yang sangat antusias dalam menjawab hingga sering menanykan pertanyaan selanjutnya yakni (Bidadari) aka Nina seorang mahasiswi kuliah di STKIP jurusan fkip.
Klub buku lampung juga berisi orang-orang yang cakep-cakep plus keren-keren jauh dari kata kutu buku dan kacamata tebal hal itu yang menjadi inovasi tersendiri untuk mengubah suatu pandangan masyarakat tentang sebuah klub yang menaungi tentang buku.
Minat masyarakat lampung cukup rendah, saya akui hal tersebut karna bisa kita lihat sendiri seperti perpustakaan atau took buku sepi kecuali gramedia di bagian komik, saya salah satu pecinta komik manga jepan dan merelakan waktu tidur hanya untuk membaca komik namun setelah saya mengikrarkan untuk terjun dan bergabung di klub buku lampung minat baca serta motivasi dari kawan-kawan klub b uku lampung membuat saya menjadi seorang yang baru dan sangat menyukai buku dan lebih bisa menghargai waktu untuk membaca sebuah buku.
Nah, kawan-kawan pembaca dengan semakin mudahnya media untuk mendapatkan informasi bacaan maka sudah seharusnya kita tingkatkan minat baca kita. Oleh karena itu ada beberapa tips serta langkah awal agar bisa meningkatkan minat baca, yakni :

1. Tentukan tujuan dalam membaca
pembaca yang tahu betul akan tujuan ia membaca. Membaca bukanlah hanya aktivitas mata saja, tapi melibatkan aktivitas pikiran dan hati. Jika seseorang membaca buku tanpa tujuan maka apa yang dibacanya hanya akan sedikit saja memberikan manfaat.

2. Mulailah Membaca Sesuatu yang Kita Disuka
i
Salah satu kesalahan terbesar dari seseorang yang ingin mulai membiasakan diri untuk membaca adalah image buku dan bacaan yang sebenarnya ia buat sendiri: berat dan membosankan. Padahal banyak sekali jenis buku dengan karakteristik yang beragam. Saya dulu memulainya dengan membaca cerita fiksi seperti cerpen dan novel, berlanjut ke buku-buku praktis (yang pake kata kunci: cara, langkah, tips, kiat, dll), lalu berlanjut lagi ke buku motivasi dan pengembangan diri, hingga sekarang saya sudah mulai baca buku-buku politik dan sejarah. Satu hal yang pasti: sesuaikanlah dengan minat anda. Agar niat untuk membaca tidak hanya berasal dari pikiran, tetapi juga dari hati.

3. Menyisihkan waktu yang tepat dan nyaman untuk Membaca
Bila anggapan penting membaca itu sudah melekat, maka tidak semuanya yang baca berhasil memindahkan semua informasi yang didapat dari bacaannya itu pada memori otaknya, disebabkan momentum waktunya yang kurang tepat.  Atau seringkali malas baca disebabkan waktunya kurang tepat. Beragam orang yang punya momentum baca yang tepat: ada yang suka membaca saat jam pelajaran kosong saat sekolah, atau lagi istirahat di sekolah, ada juga yang nyaman membacanya membaca saat perjalanan, beberapa saat sebelum tidur, dan saat di perpustakaan. Pakailah waktu-waktu yang biasa kita habiskan untuk bengong dan menunggu dengan membaca!

4. Menumbuhkan Rasa Ingin Tah
u
Minat baca harus dipicu dari diri kita untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. Kita harus membuat pertanyaan setiap hal yang ada di sekitar kita dan carilah jawabannya di buku. Atau bisa juga melihat-lihat buku di toko atau perpustakaan dan cobalah pertanyakan, “Apasih isi buku ini?” Biasanya rasa ingin tahu dan penasaran sangat efektif untuk menggerakkan diri ini untuk melakukan sesuatu.

5. Minta Seseorang Merekomendasikan Buku
Ini juga salah satu cari yang efektif nih untuk lebih ‘memaksa’ diri ini untuk segera mulai membaca. Karena buku yang direkomendasikan biasanya punya nilai lebih yang akan membuat kita lebih semangat membacanya. Tanyakanlah pada teman, “Eh bro, lu punya buku yang bagus plus asik buat di baca gak?? Minjem dongse bro?? hehe :D

6. Membacalah Seperlunya Saja
Selagi masih belajar membacalah seperlunya saja. Tak usah berlebihan. Keperluan orang itu tergantung dari hasratnya masing-masing untuk memperoleh informasi. Makin perlu anda terhadap informasi, maka sudah pasti kuantitas dan kualitas membaca anda pun pasti akan makin banyak dan baik.
7. Mulailah Secara Bertahap
Banyak orang ketika menemukan semangat membaca pertama kali, biasanya mereka ingin langsung membaca buku, ada juga yang langsung mencari buku di toko buku, kemudian ia menyempatkan waktu yang banyak untuk itu.  Sampai-sampai mereka mengorbankan waktu-waktu yang lain hanya untuk membaca buku, bagi mereka buku adalah hal yang sangat penting. Mulailah hal yang dengan pelan-pelan dan jangan terburu-buru karena kalau tidak Sahabat akan cepat merasa bosan.
8. Bersungguh-sungguhlah
Pernah mendengar pepatah Arab yang berbunyi “Man Jadda Wajada” yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Dalam membaca pun di butuhkan kesungguhan. Siapa orang yang bersungguh-sungguh dalam membaca, maka manfaat besar pun akan diraih. Sekarang coba Sahabat tanyakan pada diri Sahabat sendiri, selama ini sudahkah Sahabat bersungguh-sungguh dalam membaca?


9. Manfaatkan Sarana Yang Ada
Saat ini sudah mulai canggih bila buku sulit di cari bisa dimulai dengan media elektronik seperti hp karna di beberapa smartphone sudah memiliki fitur-fitur yang muktahir dan mempermudah pemiliknya untuk mendapatkan informasi.
Semuga tips serta pesan dari saya bisa tersampaikan dan membuat masyarakat bisa minat membaca khususnya dimulai dari masyarakat Lampung :D
amin


Sumber: http://www.okisetianadewi.co.id/id/artikel/media-lain/576-8-cara-menumbuhkan-minat-membaca